Page 401 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 401
Keping 73
“Saya kasih tahu juga Kak Gio tadi ke rumah. Kak Zarah
bilang, suruh lewat Puntadewa. Nggak jelas maksudnya apa.
Kak Zarah sudah keburu tutup telepon.”
“Puntadewa?” Satu-satunya “Puntadewa” yang Gio tahu
adalah Yudistira dari kisah pewayangan Mahabharata. Entah
apa hubungannya. “Puntadewa yang dari wayang itu?”
“Kak Zarah bilang ‘lewat’. Nama jalan? Di Jakarta,
mungkin? Kak Gio tahu?”
Gio terdiam. Ia mulai mencurigai ini adalah kode yang
diselipkan Zarah dalam satu-satunya kesempatan yang ia
punya untuk menelepon pihak luar. Hanya dua pihak yang
bisa diharapkan Zarah untuk memecahkan kodenya. Dirinya
atau Hara.
“Kalau kamu? Kamu tahu Puntadewa itu apa?” Gio
bertanya balik.
“Hmmm… pohon?”
“Pohon? Ada di mana?
“Di dekat…,” Hara meragu, “nama tempatnya Bukit
Jambul.”
“Saya tahu Bukit Jambul. Zarah sudah cerita.”
Hara harus menguatkan hatinya dulu untuk bisa
melanjutkan. Ia tak pernah suka bicara tentang tempat itu.
Sialnya, takdir seolah tak jemu-jemu mengaitkan keluarganya
dengan Bukit Jambul. “Waktu Ayah sering hilang di Bukit
Jambul, kata Kak Zarah sepeda Ayah selalu ketemunya di
dekat pohon Puntadewa.”
386

