Page 399 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 399

Keping 73


             “Kita sudah harus sampai di puncaknya sebelum tengah

           malam,” jawab Simon.
             “Bebaskan ayah saya dulu.” Zarah bangkit dari tempat
           duduknya.  “Tidak  ada  portal  yang  terbuka  sebelum  saya
           melihat Ayah kembali.”

             “Hebat kali lagakmu.” Togu tertawa sambil menggelengkan
           kepala.
             “Menarik Firas dari Sunyavima adalah urusanku. Dia pulang
           kembali ke keluarganya? Itu bergantung keberhasilanmu
           menaklukkan portal Bukit Jambul,” jawab Simon dengan
           senyum simpul. Melihat Zarah terpaku tanpa bisa merespons,

           Simon melanjutkan dengan tempo lambat seperti guru TK
           menerangkan kepada muridnya,  “Satu-satunya jalur Firas
           untuk bisa kembali utuh ke dimensi ini adalah lewat portal.
           Jadi, kamu harus buka portal itu dulu supaya Firas bisa keluar.

           Ngerti?”
             Gertaknya tadi memang hanya pepesan kosong. Kata
           “Peretas Gerbang” belum punya makna apa-apa baginya.
           Zarah tidak tahu bagaimana cara mengendalikan sebuah
           portal. Bahkan, wujud portal yang dimaksud Simon pun entah

           seperti apa. Segala mekanisme yang diceritakan Simon sama
           sekali tidak bisa ia bayangkan.
             “Istirahatlah dulu,” kata Simon seraya bangkit berdiri.
           “Makananmu diantar ke kamar. Nggak usah sok mogok

           makan atau mogok tidur. Nanti malam kita jalan jauh.”



           384
   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403   404