Page 400 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 400

IntelIgensI embun PagI

              Togu mencengkeram lengan Zarah, membawanya keluar.

           Tepat di sebelah pintu ruangan Simon, terdapat pintu lain yang
           berukuran lebih kecil. Togu membukanya dan menyorongkan
           Zarah ke dalam. Terdengar suara anak kunci berputar.
              Zarah  mengedarkan pandangan. Kamar tidur itu

           tidak berjendela. Hanya mesin pendingin ruangan yang
           mengembuskan udara. Terdapat sebuah kamar mandi kecil,
           satu tempat tidur, dan sepasang meja kursi. Untuk kali kedua
           sepanjang hari ini, Zarah mencicipi rasanya menjadi tawanan.







           Gio mengempaskan ranselnya ke lantai begitu mendengar
           ponselnya berdering. Nama yang ia tunggu-tunggu muncul di
           layar.

              “Halo? Hara?”
              “Kak Gio, tadi Kak Zarah telepon.”
              “Di mana dia?”
              “Katanya di Puncak. Di rumah Pak Simon.”
              “Puncak? Sebelah mana? Dia bilang?”

              “Nggak.  Tadi sebentar banget teleponnya. Katanya, dia
           cuma mau ambil bukunya Ayah sama ngobrol-ngobrol. Nanti
           malam pulang.”
              Gio yakin semua informasi itu bohong besar. Zarah

           terpaksa berdusta.



                                                                 385
   395   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405