Page 402 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 402

IntelIgensI embun PagI

              “Kayak apa bentuknya?”

              “Pohonnya sudah tua. Besar, tinggi. Ada buah kayunya.
           Bentuknya kayak bohlam-bohlam digantung. Cuma ada satu
           pohon Puntadewa di sana. Pasti kelihatan. Kak Gio hati-hati,
           ya. Jagain Kak Zarah. Saya nggak bakal bilang Ibu. Kalau Ibu

           tahu….” Kalimat Hara terhenti. Ia bergidik ngeri.
              “Saya akan jaga Zarah,” jawab Gio semantap yang ia bisa
           meski kalimat itu keluar dengan gemetar dari mulutnya. Apa
           pun rencana Simon, akan terjadi sesuatu di Bukit Jambul
           malam ini. Ia harus menandai lokasi pohon Puntadewa yang
           dimaksud Zarah sebelum gelap datang.







           Kamar itu terasa sumpek dengan jendela yang hanya berbentuk

           dua lajur sirip-sirip kaca nako. Satu kipas angin yang tertanam
           di dinding berputar meniup udara. Tiga pasang kantong tidur
           berjajar berhadapan.
              “Bagaimana kamu bisa tahan tinggal di kotak sabun begini,
           Bod?” tanya Alfa kepada Bodhi yang tengah berkutat dengan

           sebuah koper berwarna merah anggur.
              Bodhi tidak menjawab. Ia bahkan seperti tidak menyadari
           kehadiran Alfa.
              Alfa berusaha memanggilnya lagi, “Bod…?”

              “Are you ready, Bodhi?”



                                                                 387
   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407