Page 398 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 398

IntelIgensI embun PagI

              “Tetap di tempatmu,” ucap Simon.
              Zarah duduk kembali, memencet nomor telepon rumah.

              Sambungannya langsung disambut. Hara yang mengangkat.
           Begitu mengenali suara Zarah, Hara terdengar panik. “Kak
           Zarah? Kakak di mana?”
              “Hai, Hara. Sori, teleponku ketinggalan. Aku seharian
           bongkar buku, jadi belum sempat kasih kabar ke rumah dari

           tadi.” Penjelasan Zarah mengalir tenang. “Pak Simon cuma
           mau ngobrol-ngobrol, sekalian titip buku-buku lama Ayah.
           Nggak usah ditunggu, ya. Kak Zarah pulang ke rumah Ayah.
           Titip kasih tahu ke Ibu.”
              “Di mana rumahnya Pak Simon, Kak?”
              “Di… Puncak.”
              “Kak Zarah baik-baik?”
              “Ya, baik-baik. Ibu sudah pulang?”

              “Belum, Kak. Oh ya, tadi Kak Gio datang cari Kakak.”
              Zarah menekan suaranya sedatar mungkin. “Oh, gitu.”
              “Aku kasih tahu Kakak dijemput Pak Simon. Dia minta
           dikabari kalau Kakak hubungi aku.”
              “Lewat Puntadewa, ya.”

              “Apa, Kak?”
              “Oke, Hara. Kak Zarah sudah dipanggil masuk. Dah.”
           Zarah berpamitan dengan adiknya dengan nada yang dibuat
           ringan dan wajar.
              Togu merebut pesawat telepon dari tangan Zarah. “Kapan
           kita masuk ke Bukit Jambul?” tanyanya kepada Simon.



                                                                 383
   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403