Page 433 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 433

Keping 75


             Kas melengos sambil kembali meregangkan punggung.

           “Pegal nunggunya, Le. Jutaan kali lahir-mati juga belum tentu
           sampai. Kamu ndak bakal kebayang.” Kas mengeloyor pergi ke
           arah pintu. “Makanya cuma wong edan yang mau jadi Peretas.”
               “Bentar, Pak.  Tadi Pak Kas bilang, Sarvara siap bayar

           konsekuensi. Dalam bentuk apa?”
             Sejenak Kas berhenti. Dari saku kemejanya, ia menyiapkan
           pak rokok dan pemantik.  “Pergantian siklus yang mulus
           itu  ndak  bakal kerasa oleh orang kebanyakan. Kalau
           pergantiannya kasar, macam yang mau dibikin sama Sarvara
           sekarang ini, ya, hancur-hancuran. Mau apa? Hujan sebulan?

           Gunung supervolkano? Supertaifun? Semua yang super-super
           pokoknya. Tinggal pilih.”
             “Pak! Serius dong, Pak!”
             Kas membuka pintu kaca yang baru tertutup setengahnya

           oleh rolling door. “Aku bakar sajen dulu buat Kell dan Bodhi.
           Biar lancar.”







           Seakan mengantisipasi gelimang harta karun dari sebuah
           peti keramat, Kell membuka koper merah anggur itu dengan
           khidmat. Matanya berbinar ketika melihat mesin tato terbaring

           di dalamnya. “My baby,” bisik Kell. Ia mengangkatnya hati-
           hati, mempelajarinya sungguh-sungguh.



           418
   428   429   430   431   432   433   434   435   436   437   438