Page 432 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 432

IntelIgensI embun PagI

              “Sarvara mau menghancurkan batu-batu itu? Rumah Pak
           Kas?”

              “Batu-batu itu ndak bisa dihancurkan, cuma bisa….”
              “Dibalik,” sahut Alfa pelan. Ingatannya melayang ke usia
           dua belas tahun saat Ronggur Panghutur mengembalikan
           batu yang awalnya merupakan hadiah dari Ompu Togu Urat.
           Alfa masih dapat mendengar suara Ronggur Panghutur

           berkata: Kekuatan batu ini sudah dibalik. Apa yang tadinya jadi
           perintangmu, sekarang menjadi pendorongmu.
              “Badanmu mulai berubah karena batu-batu itu mulai
           berbalik mengisapmu.”
              “Apa jadinya kalau jumlah batu itu berkurang?”
              “Keseimbangan kita hancur. Sarvara juga akan terpengaruh.
           Cuma, kali ini mereka  ndak peduli. Mereka sudah siap
           membayar konsekuensinya. Kita  ndak.  Hanya kalau kalian

           berhasil menyelesaikan rencana tepat waktu, kita bertahan di
           sini.”
              “Kalau nggak berhasil?”
              “Kami bakal… sep! Hilang. Infiltran bisa balik lagi. Kalian?
           Gagal bagi kalian artinya terjebak dalam samsara. Unsur kami

           di dalam kalian bakal habis pelan-pelan. Kalian akan amnesia
           seperti yang lainnya. Tanpa percepatan. Kami ndak bisa nolong
           lagi. Kalian berjuang sendiri mencapai yang namanya dhyana
           itu. Baru, kalian punya kesempatan lepas.”
              “Bisa sampai ke dhyana itu seberapa lama, Pak? Seberapa
           susah?”



                                                                 417
   427   428   429   430   431   432   433   434   435   436   437