Page 447 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 447
Keping 76
pernapasan mulut dan hidung untuk meredam serangan bau
interior helmnya.
Di jok belakang, mengenakan kaus oblong Cornell
University warna merah, Bodhi bersiap melepaskan tali
helmnya. “Mau tukaran?”
“Nggak usah. Itu kaus kesayanganku. Cukup satu kali kamu
muntah hari ini,” jawab Alfa. “Kamu konsen lihat jalur mereka
saja.”
“Aku lihat dua. Jalurnya bercabang. Mau pilih yang mana?”
“Yang paling dekat. Yang paling jelas.”
Instruksi demi instruksi dari Bodhi membawa mereka
semakin menjauh dari keramaian kota. Motor itu bergerak
terus melewati perbatasan kota madya menuju sebuah
kampung yang sunyi. Petunjuk pertama baru mereka dapatkan
ketika melewati papan yang diterangi lampu neon. Alfa
membacanya, “Kantor Kepala Desa Batu Luhur….”
“Alfa!” seru Bodhi. “Balik arah! Putar! Putar!”
Semakin Gio menjauh dari puncak, tenaganya berangsur
pulih. Perlahan, lututnya mulai bisa menopang berat badan.
Ekor matanya menangkap sesuatu. Kembali ia memadamkan
senter. Kecurigaannya pun terbukti. Di antara rumpun-
rumpun jamur yang bervariasi itu, terdapat beberapa rumpun
432

