Page 449 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 449

Keping 76


             Sebuah bolpoin. Gio memungutnya. Parker. Setengah bodi
           pulpen itu berwarna hijau lumut, setengah lagi perak. Ada

           torehan di bagian yang berwarna hijau. Gio menyipitkan mata
           dan mendekatkan senternya untuk membaca lebih jelas. Firas
           A. Firasatnya berubah tak enak. Gio menyimpan bolpoin itu
           di dalam kantongnya dan kembali bergerak maju. Ada wangi
           yang mulai tertangkap penciumannya.

             Tepat di ujung, senternya membelok ke arah celah yang
           tersembunyi tadi. Apa yang ditemukannya membuat Gio
                                                          26
           melonjak, membentur dinding gua.  “Caraca…,”  serunya
           tertahan.
             Kerangka  manusia  terbalut  kemeja  dan celana  selutut
           membujur telentang. Sepasang sepatu bot kusam teronggok
           di sudut. Tulang-tulang lengan dan jarinya tertopang di dada
           seperti orang yang tertidur rapi hingga dijemput ajal. Di sekitar

           dan di atas jasadnya bertabur serpihan tanaman-tanaman
           kering yang menguarkan bau herbal. Gio menggeleng tak
           percaya. Gua kecil itu adalah peti mati.
















           26   Seruan untuk mengungkapkan rasa terkejut (bahasa Portugis).


           434
   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454