Page 448 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 448

IntelIgensI embun PagI

           jamur  bercahaya.  Hijau. Ungu. Merah.  Berpendar lembut
           seperti nyala lilin yang rapuh.

              Rumpun jamur bercahaya itu terus bermunculan. Gio
           dibawa semakin jauh dari jalur setapak, semakin jauh dari
           puncak. Jalannya kembali tegak dengan kecepatan normal.
           Sejenak Gio menengok ke belakang, kini mungkin dibutuhkan
           dua puluh menit untuk bisa kembali ke puncak. Namun, Gio

           memutuskan untuk terus mengikuti rumpun jamur bercahaya
           yang semakin menjarang.
              Rumpun terakhir berhenti di sebuah batang pohon palem.
           Gio menyalakan senternya lagi.
              Sebuah lubang hitam menganga di depan kakinya. Ia
           menerangi daerah sekeliling lubang yang sebagian tertutup
           tanah dan pakis. Ceruk itu muat untuk orang dewasa masuk
           dengan lutut terlipat. Biasanya, ia akan menghindari ceruk

           seperti itu. Ular hampir pasti memanfaatkannya untuk
           bersarang. Namun, mengingat bagaimana rumpun jamur itu
           seolah menggiringnya untuk tiba di sana, Gio percaya ada
           sesuatu yang layak ia periksa.
              Gio beringsut mendekati gua kecil itu. Maju perlahan-

           lahan dengan senter di kepala. Udara berubah pengap dan
           ekstra lembap. Gua itu ternyata lebih besar dibanding yang
           terlihat dari luar. Terlihat ada celah yang membelok seperti
           terowongan. Gio bergerak maju dan tempurung lututnya
           memijak sesuatu. Ketika senternya mengarah ke bawah, benda
           itu berkilat memantulkan cahaya.



                                                                 433
   443   444   445   446   447   448   449   450   451   452   453