Page 452 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 452
IntelIgensI embun PagI
Togu memarkirkan mobil Simon di pinggir jalan. Tindakan
yang sangat ceroboh, menurut Zarah. “Orang kampung akan
tahu Bukit Jambul ditembus,” kata Zarah pelan.
Simon berdiri tegap menghadap siluet besar Bukit Jambul
yang mendapat penerangan dari sinar bulan. “Kita akan
keluar dari sini sebelum orang kampung bahkan menyadari
kedatangan kita,” balasnya.
Ucapan Simon memantapkan kesimpulan Zarah, orang-
orang ini sama sekali tidak tahu medan seperti apa yang akan
mereka hadapi.
Berlawanan dengan kesimpulannya, Simon, Sati, dan Togu
menembus ladang dalam kegelapan dengan begitu luwes
dan percaya diri. Sementara, ia sering kali tersandung untuk
mengikuti kecepatan langkah mereka.
Dalam waktu relatif singkat, mereka tiba di tepi Bukit
Jambul. Berdiri sejajar dengan lingkaran bendera merah yang
memagari bukit. Zarah tahu mereka berada jauh dari jalur
setapak yang biasa ia masuki. “Kita nggak akan bisa masuk
dari sini,” ucapnya.
Simon mengetuk-ngetukkan telunjuk di pucuk tongkatnya.
Kelihatan sedang berpikir. “Togu, kuizinkan kamu intervensi.”
Togu terkekeh. “Aku tidak pernah butuh izinmu, Simon.”
Simon menoleh ke arah Togu. “Ini misiku. Aku mengajakmu
bergabung. Semua intervensimu, sekecil apa pun, harus atas
izinku.”
437

