Page 465 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 465

Keping 78


             Lima menit? teriak  Toni dalam hati. Untuk sebuah

           pengetahuan yang mengubah seluruh hidupnya, ia hanya diberi
           waktu lima menit untuk berkonsolidasi. Itu pun harus disambi
           dengan cuci muka. Toni bahkan tak tahu lagi handuknya ada
           di mana. Kampret, makinya.







           Elektra terbangun sekaligus. Seperti ada sesuatu yang
           membangunkannya. Rasa lapar.
             Setelah menunggu beberapa saat, rasa laparnya tidak susut,

           bahkan  menguat.  Akhirnya,  Elektra  mengalah,  menyalakan
           lampu kecil di samping tempat tidur dan berjalan ke dapur.
           Bebas makan pukul berapa pun adalah sesuatu yang patut ia
           rayakan. Sementara Watti sudah ribut berhenti makan malam

           karena takut gendut, Elektra masih bisa membanggakan bakat
           langsing Mami yang turun kepadanya. Makan tengah malam
           hanya akan membuat tidur putaran keduanya lebih nyenyak.
             Elektra membuka pintu dapur tanpa sempat melihat garis
           cahaya di lantai. Ia nyaris terpekik ketika menemukan sesosok

           berambut jabrik di meja makan.
             “Kamu ke mana saja, sih?” seru Elektra, segera mengambil
           tempat duduk di seberang  Toni. Hanya staf inti yang
           diperbolehkan lalu-lalang ke area hunian Elektra. Toni, salah

           seorangnya.



           450
   460   461   462   463   464   465   466   467   468   469   470