Page 468 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 468

IntelIgensI embun PagI

              Tubuh Elektra seperti dibakar dari dalam. Toni memang
           dikenal berlidah samurai dan Elektra sudah terbiasa

           bertoleransi dengan ceplas-ceplosnya. Kali ini berbeda. Toni
           dengan sengaja menyerang dengan omongan ofensif dan tak
           berdasar.
              “Masalah kamu bukan dengan saya atau Bu Sati, tapi
           dengan diri kamu sendiri.” Nada Elektra meninggi. “Kamu

           merasa paling pintar dan bisa ngatur kehidupan kita semua
           di sini mentang-mentang si Kewoy manggil kamu pakai gelar
           ‘Bos’? Tanpa rumah ini, tanpa saya, kamu cuma makelar warnet
           kelas gang! Maling kelas teri sok-sokan jadi Robin Hood!”
              Sebelah lengan  Toni merentang, menunjuk pintu ruang
           makan  yang  tertutup. “Hari  ini,  keluar dari  ruangan  ini,  lu
           tutup satu E-Pop. Tutup semuanya! Besok, gua bikin yang
           baru. Lebih gede daripada ini. Bulan depannya, gua bikin

           lagi. Di tempat lain. Bulan depannya, di tempat lain lagi. Gua
           jamin gua bisa. Tapi, lu? Lu cuma bisa bertahan dengan ilmu
           Bu Sati yang lu bangga-banggakan dan stuck di rumah tua ini
           sampai jompo. Itulah masa depan lu dalam satu kalimat, Tra.”
              Terdengar suara kaki kursi bergeser dengan kasar. Elektra

           bangkit berdiri sekaligus. Mukanya mengencang dan
           bersemburat merah oleh rasa marah. “Psikopat! Megalomaniak!
           Rumah Sakit Jiwa juga nggak bakal bisa ngurus kamu….”
              “Gua nggak sakit. Yang sakit itu orang yang merasa lahir
           baru padahal masuk penjara baru. Dan, lu berharap gua bakal
           ikut senang?” Toni ikut berdiri. Berjalan selangkah lebih dekat



                                                                 453
   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472   473