Page 466 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 466

IntelIgensI embun PagI

              Terdapat piring kosong berjejak serpihan telur orak-arik,
           kornet, dan butiran nasi. Sementara, Toni masih menekuni

           dua tumpuk roti bakar. Segelas besar minuman cokelat malt
           terparkir di samping piring rotinya. Toni makan seperti remaja
           lapar dalam masa pertumbuhan. Elektra ternyata tidak sendiri
           mengalami fenomena rakus tengah malam.
              Dengan rambut masih setengah kering dan tak tersisir Toni

           hanya mengangkat dagunya sedikit. “Nggak kebalik?”
              “Saya sakit di rumah Bu Sati, Mpret.  Charger HP saya
           ketinggalan. Saya cuma sempat titip pesan lewat Bodhi.”
              Toni cuma menggumam.
              “Bodhi ke mana sih, ngomong-ngomong?” Elektra balas
           bertanya.
              “Tauk.”
              “Kamu baru mandi? Malam-malam begini?”

              “Terpaksa. Sudah bau gurame.”
              Elektra menelan ludah. Cuaca hati  Toni kelihatannya
           sedang buruk dan tidak kondusif. Namun, ia sudah gatal ingin
           bercerita. “Mpret, ada kejadian di rumah Bu Sati kemarin.”
              Kunyahan Toni melambat. “Oh, ya?”

              “Bodhi. Dia nyedot energi saya. Kata Bu Sati, Bodhi itu
           sejenis vampir. Bisa mengisap energi orang kayak benalu, gitu.
           Gara-gara dia, saya jadi sakit. Sumpah, nggak ada tenaga! Dan,
           tahu nggak? Kemampuan listrik saya hilang. Sama sekali! Gila,
           kan? Terus, Bu Sati panggil temannya. Namanya Pak Simon.
           Saya dihipnotis sama Pak Simon. Saya ketemu Dedi, Mami,



                                                                 451
   461   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471