Page 464 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 464
IntelIgensI embun PagI
jadi mencuat. Anomali. Sementara kamu tidak pernah sadar
apa yang kamu punya,” tandas Liong. “Kamu dan Petir bisa
korslet hanya kalau ada ketidakseimbangan. Satu aktif, satu
tidak. Satu sadar, satu tidak. Kalau nanti kalian sama-sama
terbangun, kalian justru saling mengisi.”
Toni menghela napas seraya mengempaskan diri ke kasur.
“Aku butuh waktu buat adaptasi sama ini semua, oke? Ini
terlalu….”
“Kampret?” Liong mengangkat alisnya sebelah. “Kita
nggak punya waktu. Sekuens kita kritis.” Liong menunjuk jam
dinding. “Kamu berangkat sekarang, temui Petir.”
“Ini hampir tengah malam. Etra pasti sudah tidur.”
“Aku pastikan dia bangun.”
Toni mengacak-acak rambutnya. “Terus, gimana caranya
aku balikin memori dia?”
“Simpel. Bikin dia tidak stabil. Lalu, kontak fisik.”
“Kamu tahu, kan, dia bisa ngapain kalau nggak stabil?
Pernah ngerasain kesetrum gardu listrik, nggak?”
“Risikomu. Kamu sendiri belum tahu kamu bisa apa kalau
lagi nggak stabil, kan? Bisa saja kalian saling meledakkan satu
sama lain.” Kalem, Liong bangkit berdiri. “Cuci muka. Aku
kasih waktu lima menit.” Sepasang sepatu beledu hitam itu
menapak mantap. Di kursi plastik di depan kamar Toni, Liong
duduk menunggu. Sebagian kepala plontosnya terlihat dari
jendela.
449

