Page 463 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 463

Keping 78


             “Apa yang bisa kulakukan, kalau gitu?” tanya Toni pelan.
             “Kamu Peretas Memori. Kamu tahu artinya? Kalian tidak

           perlu masuk kandi mana pun untuk mendekripsi ingatan.
           Kalian adalah mesin kriptografi berjalan. Kalian cukup
           bertemu Peretas lain dan mengakses memori mereka. Aku
           butuh bantuanmu memulihkan Peretas Memori lain.”
             “Petir,” desis  Toni. Ingatannya melayang ke sebuah

           kejadian setahun lalu, tepat pada hari ulang tahunnya. Telapak
           tangan mereka bertemu dan Elektra mengirimkan arus listrik.
           Namun, yang ia dapat bukan cuma itu. Ia juga mendapatkan
           informasi. Memori.
             “Satu-satunya alasan kenapa belum terjadi ledakan di antara
           kalian adalah karena kalian sama-sama belum terbangun.
           Dan, Elektra dibentengi ketat oleh Sati.” Liong mengetukkan
           telunjuknya ke pelipis.  “Sati punya kemampuan luar biasa

           untuk membuat lapis demi lapis yang menjauhkan kalian dari
           jalur.”
             “Aku nggak pernah suka sama Bu Sati,” cetus Toni.
             “Kemampuanmu terkubur  begitu dalam, dia tidak
           mendeteksimu sama sekali. Insiden Supernova hari ini adalah

           pemicu pertamamu.”
             Toni mengangkat kedua tangannya, menatap telapaknya
           yang terbuka. “Jadi, aku sebenarnya bisa nyetrum juga?”
             “Semua Peretas Memori punya kemampuan sentuhan yang
           tidak biasa.  Tidak semua berlistrik seperti Petir. Justru itu
           yang membuat dia rentan dimanipulasi Sati. Kemampuannya



           448
   458   459   460   461   462   463   464   465   466   467   468