Page 471 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 471

Keping 78


             Dengan memanfaatkan era informasi lintas batas, Kandara
           seharusnya berhasil mencapai tujuan mereka. Namun, di sisi

           lain, rahasia yang mereka bocorkan hanya menjadi satu dari
           sekian banyak kegaduhan informasi.
             Infiltran benar. Kesadaran massal belum memiliki struktur
           yang cukup koheren untuk bisa terpengaruh. Nyanyian
           Kandara tereduksi menjadi senandung pendek, sayup, dan

           sejenak kemudian terlupakan. Mereka kalah. Ia kalah.
             Ledakan berikutnya terjadi. Kali ini, terasa ekspansif.






           Perlahan, Toni melonggarkan rengkuhan tangannya. Gigitan-
           gigitan kecil merambat cepat dan merata. Kedua lengannya
           kesemutan. Kakinya pegal dan kaku. Benaknya berusaha

           menjejak kembali ke realitas. Jam. Waktu. Hal pertama yang
           ia ingat adalah kembali mengecek jam dinding. Toni terpana.
           Lima menit?  Rasanya ia baru saja melakukan perjalanan
           berhari-hari.
             Elektra masih berdiri dengan posisi kepala menekuk.

           Badannya gemetaran. Apa yang dilihat dan dialaminya barusan
           terasa lebih nyata dan kini ia seperti kembali ditendang ke alam
           mimpi. Memori Elektra Wijaya berangsur mengambil alih,
           kelabakan mencari-cari konteks logis yang bisa menjembatani
           pengalamannya barusan.  Tidak ada. Elektra menggeleng-
           geleng, panik. “Petir… Petir,” katanya terbata.



           456
   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475   476