Page 476 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 476

IntelIgensI embun PagI

              “Nggak selalu gampang buat saya percaya informasi kamu.

           Saya bisa percaya bukan karena intelektualitas saya. Tapi, kata
           hati.”
              “Benih kebenaran ada di semua orang, tapi cuma mereka
           yang  terpilih  yang  mampu beresonansi dengan  kami,”

           sosok itu menyahut. “Ini adalah siklus yang sangat penting.
           Keberlangsungan Bumi bermasa-masa ke depan ditentukan
           hari ini. Kami, Penjaga, tidak akan melupakan kontribusimu.
           Kamu akan selalu jadi bagian dari kami.” Tangan itu kembali
           terjulur, menyorongkan sesuatu. “Untuk kamu.”
              Bong menerimanya. Sebuah batu pipih seukuran koin

           besar, berwarna kebiruan.
              “Simpan. Kalau kamu sudah siap, kami akan merekrutmu.
           Candra.”
              Bong tergetar mendengar kalimat itu. Tergetar mendengar

           nama aslinya disebut. Seluruh perjalanan hidupnya,
           eksistensinya, kini menjadi masuk akal. Untuk tujuan inilah
           ia terlahir. “Saya cuma minta satu. Toni dan Bodhi selamat.”
              “Tidak seorang pun dari mereka akan tersakiti. Mereka
           justru akan terbangun.” Siluet hitam itu sejenak menyerongkan

           mukanya ke arah cahaya. Dalam sekelebat, Bong menangkap
           sebentuk wajah. Dari segala hal luar biasa dari pertemuannya
           dengan S, wajah itulah yang paling tak bisa ia lupakan. Orang
           dengan sebutan S adalah perempuan tercantik yang pernah ia

           lihat seumur hidupnya.



                                                                 461
   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481