Page 517 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 517

Keping 83


           ada satu Infiltran pun yang tahu, Gelombang. Hanya kamu

           dan gugusmu.”
             “Kamu… kamu nggak perlu segitu mengintimidasi, Liong.”
           Alfa menelan ludah.
             Liong  bergeming, tak  secuil  pun mengurangi  jarak  dan

           intensitasnya.  “Kalau aku belai-belai punggungmu sambil
           menyanyikanmu lagu,  kira-kira itu bisa membantu  proses
           dekripsimu?”
             “Liong,  aku  betulan  nggak  punya  lokasinya.  Elektra
           barusan membantu meretas memoriku, tidak ada informasi
           soal lokasi. Tapi….” Alfa menoleh ke arah enam relik batu di

           tengah ruangan. Berangsur, ia memahami proses dekripsi yang
           dimaksud Liong. Koordinat antara peristiwa, momen, orang,
           dan benda yang tepat, akan menerjemahkan memori abstrak
           Peretas dari bawah sadar ke lapis sadar. Enam relik beserta

           enam  pecahannya.  Enam  Peretas  dan  tiga  Infiltran.  Dalam
           benaknya, Alfa melihat sebuah formasi geometris. Liong
           mengumpulkan mereka di rumah suaka dengan satu maksud.
           Asko masih punya kesempatan terakhir. “Informasi lokasi itu
           ada di Asko. Dipegang oleh satu Peretas. Kami berlima, harus

           mengakses Asko bersamaan secara sadar. Energi kami akan
           menopang konstruksi kandi. Siapa pun yang memegang lokasi
           portal akan otomatis terlempar masuk,” ujar Alfa tanpa jeda.
             “Akhirnya,” bisik Liong. Sorot matanya melunak.

           “Keajaiban itu bukan kiasan.”



           502
   512   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522