Page 518 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 518

IntelIgensI embun PagI








           Liong membuka daun pintu depan lebar-lebar. “Semua masuk,”
           perintahnya. Persis guru yang menggiring murid-muridnya
           masuk kelas, Liong menunggui satu demi satu Peretas.
              Langkah Elektra tertahan oleh Liong yang memalangkan

           lengannya.
              “Kabut yang menyimpannya selama ini.” Telapak tangan
           Liong membuka, memampangkan sekeping batu pipih dengan
           torehan simbol.















              Tubuh Elektra terkunci sebagaimana matanya terpaku
           pada garis-garis yang mengukir batu itu dengan kasar. Simbol

           sama dengan versi lebih besar dan lebih hidup baru saja ia
           lihat beberapa jam lalu dengan bantuan  Toni. Elektra kini
           tahu simbol itu telah menjadi bagian dari dirinya lebih lama
           daripada yang bisa ia ingat. Elektra Wijaya hanyalah bungkus
           yang berusia sesaat dibandingkan kebersamaannya dengan
           simbol itu.



                                                                 503
   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522   523