Page 522 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 522

IntelIgensI embun PagI

           komplementer.  Gerbang  dan  Kunci. Tapi,  semua  itu  bukan
           sekadar rantai komando, Zarah. Sekarang aku mengerti kenapa

           sejak aku pulang ke sini, tidak satu pun Infiltran mendekatiku.
           Sekuens kita sebagian besar memang sudah dirancang, tapi
           perasaan ini tidak bisa datang dari hasil perjanjian. Bukan
           gara-gara instruksi.”
              “Aku nggak bisa dengar ini sekarang….”

              “Ini masa sulit buat kamu. Aku ngerti. Tapi, ini juga waktu
           yang paling sempurna karena kita tidak punya waktu lagi
           untuk menyangkal. Hari ini kemungkinan besar adalah hari
           terakhirku melihatmu. Malam ini bisa jadi malam terakhir
           kita berada dalam wujud ini. Aku nggak mau buang waktu
           demi menunggu momen yang sempurna. Aku jatuh cinta.
           Peduli setan kita Peretas atau bukan.”
              Zarah tersekat mendengar pernyataan Gio. Sebutir air

           mata lepas mengalir di pipinya. “Kamu nggak tahu itu. Kamu
           baru kehilangan orang yang kamu cintai mati-matian. Aku
           juga. Ketertarikan ini cuma pelarian….”
              “Aku tahu rasanya terobsesi. Aku tahu bagaimana
           obsesi bisa terlihat seperti cinta. Butuh dua hal untuk bisa

           membandingkan, Zarah. Setelah merasakan keduanya,
           sekarang aku bisa mengenali bedanya.”
              “Ini gila. Kamu gila.”
              Gio memutar tubuh Zarah. “Lebih baik aku dianggap gila
           tapi jujur, daripada aku menghindari kebenaran yang sudah
           jelas-jelas ada di depan mata.”



                                                                 507
   517   518   519   520   521   522   523   524   525   526   527