Page 534 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 534

IntelIgensI embun PagI

              Nama dan visual bercampur sekaligus. Otak Alfa seperti
           digenjot untuk mengurai benang kusut. Bentuk pulau. Alam

           yang terlihat akrab. Rumah-rumah yang ia kenal baik. Ketika
           informasi itu terus meruncing menjadi satu tempat yang mulai
           bisa ia sebutkan namanya, Alfa pun melepaskan tangan Toni.
           “Sianjur Mula-Mula?” ucapnya tertahan.







           Sepanjang masa kecilnya hingga hari terakhir ia meninggalkan
           Sianjur Mula-Mula, Alfa tidak pernah menginjakkan kaki ke
           tempat satu itu. Bukit yang tekerdilkan dalam bayang-bayang
           kemegahan Pusuk Buhit yang lebih tinggi dan lebih sohor.
           Bukit  yang membuat  orang-orang berbalik badan karena
           enggan sekaligus segan. Tetua kampung menjulukinya Dolok

           Simaung-Maung.
              Menurut tetua, bukit gersang itu tetap harus disegani
           karena konstelasi spiritual Pusuk Buhit membutuhkan Dolok
           Simaung-Maung sebagai penyeimbang. Macam Shiva untuk
           Shakti.

              Pada malam-malam tertentu, khususnya pada malam
           purnama, akan terdengar bunyi dengung yang berasal dari
           Dolok Simaung-Maung. Segelintir dan acak yang bisa
           mendengarnya. Mereka yang mendengar bunyi itu biasanya
           akan jatuh sakit. Dengungan Dolok Simaung-Maung konon
           lebih mudah didengar bayi dan anak-anak. Orangtuanya



                                                                 519
   529   530   531   532   533   534   535   536   537   538   539