Page 591 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 591

Keping 88


           Infiltran. Gila itu, Re. Kayak kepingan  puzzle yang kesebar
           acak. Kalau kamu perhatikan, info yang mirip-mirip itu ada

           di  mitos-mitos  besar  dunia.  Makin  dicari  makin  kelihatan
           benang merahnya.”
             Re termenung. Entah kenapa, ia tidak tergerak untuk
           mendedah secara intelektual. Ia lebih memperhatikan hal-hal
           aneh yang terjadi sejak kemarin. Rana yang mendadak muncul

           dalam medan kesadarannya dalam bentuk majalah tersasar
           yang seharusnya dialamatkan untuk tetangga. Dari lembar
           pertama, Re jadi mengetahui bahwa Rana kini sudah menjadi
           pemimpin redaksi. Ia memiliki kolom kecil di halaman
           pembuka, lengkap dengan tanda tangan dan foto diri. Re juga
           diserang rasa kehilangan mendalam yang sampai memicunya
           untuk membongkari lagi surel-surel lamanya dan Diva. Insiden
           Supernova malah mendorongnya untuk sentimental.

             “Pernah, nggak, kalian merasa ada sesuatu yang belum
           sempat kalian lakukan padahal harusnya sudah. Seperti ada
           yang kelewat. Nggak lengkap?” tanya Re.
             Dimas dan Reuben berpandangan.
             “Konteksnya apa? Jodoh? Pekerjaan?” tanya Reuben.

             Lidah Re kelu, tak tahu ujung pangkal dari pertanyaannya
           sendiri.
             “Re?”
             “Aku… aku harus balik kerja. Sori.  Thanks for calling.
           Kapan-kapan  kita sambung lagi? Kabari aku kalau  Toni
           kontak kalian.”



           576
   586   587   588   589   590   591   592   593   594   595   596