Page 594 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 594

IntelIgensI embun PagI

              “Semua tepat sasaran sejauh ini.  Tapi, sekarang bukan

           pertempuran mereka. Belum saatnya. Sama seperti Murai….”
              “Dia bukan Murai, dia juga bukan lagi Firas Alzahabi,”
           potong Simon, “not anymore.”
              “Kamu mau mempermasalahkan soal itu sekarang? Really?”

           Ishtar tertawa kecil.
              “Kita panggil dia dengan nama aslinya. Nama yang
           kuberikan,” tandas Simon. “Bumi.”
              “Fine.” Ishtar mengangkat bahu.
              “Kita butuh armada maksimal untuk nanti sore,” celetuk
           Sati.

              Ishtar mengeluh panjang, terdengar tak sabar.  “Semua
           sudah diperhitungkan,” ucapnya.  “Kalian pikir semalam itu
           aku gerak sendirian?”
              “I think what Sati was trying to say is, you have to fight with

           us until the finish line,” timpal Simon.
              “Aku bisa kabur ke mana, Simon? Kalian memetik
           keuntungan yang sama besarnya dari persoalan Bintang Jatuh.
           Semua sekuens ini tidak akan kejadian tanpa bantuanku. Ingat
           itu.”

              “Apa-apaan ini? Kalian bicara seperti kita datang dari dua
           kubu yang berbeda. Sejak kapan kita harus mengungkit-ungkit
           jasa?” kata Sati.
              “Look, I’m not going to pretend.  Aku bisa saja pura-pura

           peduli, tapi kalian tahu kenapa siklus ini penting buatku.



                                                                 579
   589   590   591   592   593   594   595   596   597   598   599