Page 593 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 593

Keping 88


             “Terima kasih, Mbak Irma.”
             Irma memaksakan sesungging senyum kepada tamu yang

           baru saja melantunkan ucapan terima kasih dengan begitu
           merdu, hingga terasa mengejek.
             Begitu pintu menutup, pria bernama Candra menyapa Re
           dengan sama merdunya, “Halo, Kesatria.”







           Mobil Mercy sama yang terparkir di Bukit Jambul semalam
           kini melaju di jalan raya setelah singgah di sebuah rumah di
           Jakarta Timur.
             “That was fun.” Ishtar, di jok depan, menata ulang rambutnya
           yang sempat terimpit punggung.
             “Mereka  tidak  sadar baru saja reuni dengan teman

           sekampung.” Togu, di balik kemudi, tersenyum tipis.
             “I like them. Jangan kamu apa-apakan,” kata Ishtar.
             “Siap, Bos.” Togu terkekeh.
             “Ke Bandara Halim,  Togu. Kita pakai pesawatku. Jalur
           udara sudah bersih dari Infiltran.” Dari belakang, Pak Simon

           memberi instruksi.
             “Yakin tak mau intervensi?” tanya Togu.
             “Kalau waktunya memungkinkan, aku pribadi lebih suka
           jalan-jalan.  Waktu kita lebih dari cukup. Semua sekuens
           berjalan sesuai rencana,” sahut Ishtar.
             “Bagaimana dengan rekrutmen barumu?” tanya Simon.



           578
   588   589   590   591   592   593   594   595   596   597   598