Page 595 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 595

Keping 88


           Without sharing the same cause, we can still share the same goal,”

           kata Ishtar.
             “Apa jadinya kalau tujuan kita pun tidak lagi sama?” ucap
           Sati.
             “Tujuan kita tetap sama, Sati. Alasannya saja yang

           bervariasi.  Selama  itu  tetap  membuat  kita  termotivasi,  apa
           salahnya?” balas Ishtar.
             “Ya. Apa salahnya?” gumam Simon.  Tatapannya
           menerawang, pikirannya terfokus kepada satu orang. Kalden
           Sakya.







           Bandara kecil itu hanya punya satu landasan dan beroperasi
           terbatas. Staf yang berjaga di sana mendadak dibuat sibuk oleh

           pendaratan sebuah jet pribadi berisi empat penumpang.
             “Ini titik terdekat yang bisa dicapai pesawat. Sisanya, kita
           lewat darat. Yakin belum mau intervensi?” tanya Togu.
             Ishtar merangkul bahu Togu, pinggulnya yang mengayun
           ditopang kaki jenjang bersepatu hak tinggi mengundang

           lirikan  beberapa  petugas  yang  tergopoh  di  area  landasan.
           “Relax, Togu. Ini daerah kekuasaanmu, kan? Don’t rush. You
           should savor this.”
             Jip bertenaga empat penggerak roda, mengilap seperti baru

           saja keluar dari showroom, telah menanti mereka di pelataran



           580
   590   591   592   593   594   595   596   597   598   599   600