Page 590 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 590

IntelIgensI embun PagI

              “Masih  menghilang.  Nggak  ada  kabar.  Nggak  bisa
           dihubungi.”

              “Dia juga mungkin masih  sama terguncangnya sama
           kamu,”  sahut Dimas.  Mengenal keponakannya selama ini,
           Dimas bisa membayangkan bagaimana  Toni dilumpuhkan
           oleh rasa bersalah akibat kejadian kemarin.
              “Aku nggak menyalahkan dia,” balas Re. “Tapi, ini agak di

           luar karakter Toni.”
              “Dia bakal muncul lagi. Aku yakin Toni pasti tanggung
           jawab,” kata Dimas.
              “Kapan kalian terakhir bicara sama dia?”
              “Kemarin sore,” sambar Reuben.  “HP-nya sesudah itu
           mati.”
              “Re, gimana reaksi orang-orang soal info di edisi Supernova
           kemarin?” tanya Dimas.

              Re kembali mengurut kening. Kepalanya pening sejak
           kemarin dan beberapa butir parasetamol yang ia tenggak
           tidak berhasil memperbaiki. Kotak surel Supernova dipenuhi
           pertanyaan dan pernyataan dari orang-orang yang mengaku
           Peretas, Infiltran, dan Sarvara. Belum lagi, orang-orang

           yang merangkai berbagai spekulasi dan teori konspirasi,
           lengkap dengan berbagai referensi dan foto-foto anomali
           yang dicurigai sebagai campur tangan makhluk dimensi lain.
           “Kacau,” jawabnya ringkas.
              “Reaksimu sendiri?” tanya Reuben.  “Aku dan Dimas
           hampir nggak tidur semalam, bahas soal siklus dan penjaranya



                                                                 575
   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594   595