Page 586 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 586

IntelIgensI embun PagI

              “Pakai HP Bang Eten yang kukasih itu kan, Mak? Bisa
           suruh dia kirim pakai MMS? Sekarang. Se-ka-rang!” Alfa

           mengeja setegas mungkin.
              “Eten! Si Ichon mau lihat foto kita tadi! Kau kirim dululah
           pakai Emes!” teriak Sondang kepada Eten tanpa menjauhkan
           telepon  terlebih  dulu.  “Nanti  kau  dan  Miranda  pulang
           dari kampung, kita kumpul dululah, ya. Sekalian kita susun

           undangan….”
              “Aku harus kerja dulu, Mak. Jangan lupa, sekarang juga
           Bang Eten kirim foto!” Alfa menyudahi teleponnya. “Ompu,
           abangku akan kirim satu foto. Bisa, kan?”
              “Telepon itu sudah harus nonaktif,” tegas Ronggur. “Tidak
           satu pun orang di luar jaringan yang bisa tahu nomor itu. Ini
           bahaya besar.”
              “Aku mohon, Ompu. Urusan hidup dan mati ini.”

           Mengucapkannya saja Alfa merasa canggung karena definisi
           itu begitu abu-abu ketika dilontarkan kepada Infiltran, tapi ia
           tak tahu alasan apa yang lebih mendesak. “Tak sampai lima
           menit. Abangku akan kirim foto orang yang kasih tahu nomor
           Ompu ke Mamak. Kita perlu tahu siapa, kan?”

              Ronggur terdiam sejenak. “Tiga menit. Tidak lebih.”
              Detik-detik menanti kiriman foto dari Eten adalah detik-
           detik terlama dalam hidup Alfa. Ia sudah tak terpikir untuk
           menyentuh makanan kalengnya. Begitu terdengar bunyi pesan
           masuk, buru-buru Alfa menarik data. Dari Kell, Alfa tahu bahwa
           jaringan Infiltran punya cara untuk memperkuat pemancar



                                                                 571
   581   582   583   584   585   586   587   588   589   590   591