Page 598 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 598

KEPING 89




                              Berpencar












                  ohon-pohon kurus tumbuh dengan jarak terpaut
                  jauh dari satu sama lain bagai jarum-jarum tertancap
           Pdi karpet tanah yang keras dan berbatu.  Turunnya
           matahari ke arah barat tidak mengurangi terik sepanjang trek.
           Perjalanan itu terasa semakin berat.
              Lebih dari sekadar sengatan nyalang matahari, Bodhi mulai
           merasa udara di sekitar mereka memberat seperti mantel besar

           yang membebani tubuh. “Alfa,” panggilnya.
              Langkah  Alfa melambat, memberi kesempatan  Bodhi
           untuk menjajarinya.
              “Kamu ngerasa, nggak?” tanya Bodhi.
              “Ngerasa apa?”
              “Pengap.”
              “Kamu capek, Bod? Mau berhenti sebentar? Aku bilang
           ke depan.” Alfa bersiap menyusul Ronggur yang berjalan
           telanjang kaki kira-kira dua puluh meter di depan.
   593   594   595   596   597   598   599   600   601   602   603