Page 600 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 600
IntelIgensI embun PagI
Demi gengsi, tak terhitung berapa kali Elektra menelan
pertanyaan “Masih jauh?” yang sudah di ujung kerongkongan.
Sementara Toni sudah duluan harus menjilat ludahnya sendiri
karena sejam lalu sandal jepitnya menyerah, sol dan jepit
berpisah, memaksanya untuk meminjam sepatu Ronggur.
Sejak tadi Zarah bolak-balik berhenti untuk menunggu
Elektra yang tertinggal paling belakang. Kali ini. Zarah
menunggui sambil memegang batang kayu. “Ini. Untuk bantu
jalan.”
Elektra ingin menepis tongkat itu sambil berseru “Tak
sudi!”, tapi tak bisa memungkiri bahwa tongkat itu akan
menyelamatkannya dari bahaya terjatuh yang berkali-kali
nyaris terjadi sejak tadi.
“Makasih,” gumam Elektra seraya mengambil batang kayu
itu. Berat dan tingginya sempurna untuk ia pakai. Minimal
nggak bau jempol. Ia menghibur diri. Komparasi nasib dengan
Toni, sesama almamater E-Pop yang bukan jenis manusia
aktif fisik, adalah hiburannya yang tersisa.
Dari kejauhan, Alfa yang tadinya berada di paling depan
tampak berlari turun, kembali ke arah mereka. “Berpencar!
Berpencaaar!” teriaknya.
Elektra mematung di tempatnya berdiri. Berpencar ke
mana? Sebelum pertanyaannya terjawab, tanah di sekitarnya
berterbangan bersamaan dengan dorongan kuat yang
mengempaskannya jauh ke belakang.
585

