Page 603 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 603

Keping 89


           Melihat seseorang dari kelompok Sarvara tampak lengah,

           Bodhi berlari sekencang mungkin. Telapaknya berpijak lincah
           kepada sebongkah batu. Tendangannya pun melayang kencang,
           menghajar punggung orang yang berdiri membelakanginya.
             Orang itu terhuyung hingga nyaris tersungkur. Tapak debu

           berbentuk sol sepatu menjejak di atas kemeja warna gelap
           yang dikenakannya. Cepat, ia mendapatkan keseimbangannya
           lagi, berbalik dan menatap Bodhi dengan murka. Tongkat di
           tangannya terangkat.
             “Togu!” teriak Ishtar. Kepalanya menggeleng. “Tidak perlu
           ada komplikasi.”

             Bodhi harus susah payah menjaga kuda-kudanya tetap siaga.
           Foto buram di layar ponsel tak ada apa-apanya dibandingkan
           pengalaman melihatnya langsung. Star. Berbahasa Indonesia.
           Di tengah perbukitan di Sumatra Utara. Lengkap dengan gaya

           busananya yang tak pernah sesuai dengan lingkungan.
             Perhatian Ishtar berpindah kepada Bodhi.  “Bagaimana
           pemandangan dari poros keempat, Akar? Enjoying it so far?”
             Bodhi melirik situasi di sekitarnya. Alfa tergeletak dalam
           posisi tengkurap. Di atas tanjakan, sesuatu kelihatan berkelap-

           kelip seperti sinar matahari yang memantul pada cermin.
           Bodhi  menduga  itu  adalah  Ronggur  yang  mulai  melesap
           hilang. Teman-temannya tidak satu pun terlihat.
             “Matahari akan terbenam sebelum semua frekuensi lepas

           landas, Akar. We’ll make sure of that.” Ishtar tersenyum.



           588
   598   599   600   601   602   603   604   605   606   607   608