Page 602 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 602

IntelIgensI embun PagI

           Aku berjuang mendapatkan dia lagi, siklus demi siklus. Bumi

           adalah hakku sepenuhnya. Dia bagian dari kami sekarang.”
              Penjelasan Simon membungkam Zarah.
              “Hidup manusia cuma seumur gelembung ludah, Zarah.
           Tidak ada artinya.  Tapi, aku akan membiarkanmu hidup

           sedikit lebih lama supaya kamu bisa mencicipi rasanya diburu
           oleh ayahmu sendiri.”
              Teriakan murka Zarah hanya terdengar sekejap. Tubuhnya
           sudah langsung didampar keras oleh angin yang menggebuk
           dari kibasan tangan Simon. Zarah membentur dinding lereng,
           menggelincir ke bawah.







           Refleks pertama Gio adalah lari ke arah Zarah. Tak sampai

           beberapa kali kakinya mengayun, Gio mendapatkan dirinya
           terbang di atas tanah, tertolak oleh angin tajam berkecepatan
           tinggi yang seolah punya target tembak. Ledakan tanpa bahan
           peledak.
              Bagai peluru, tubuh Gio mencelat jauh dan kemudian

           mengempas ke lereng. Bergulingan jauh ke bawah bersama
           kerikil dan bebatuan. Semuanya gelap.










                                                                 587
   597   598   599   600   601   602   603   604   605   606   607