Page 607 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 607
KEPING 90
Nyanyian Murai
ayup-sayup, Elektra mendengar namanya dipanggil.
Matanya berjuang untuk membuka. Sosok buram
Sdengan latar langit yang menyilaukan tampak
menaunginya. “Dedi?”
“Etra, sehat? Etra?”
“Mpret,” sapa Elektra, kecewa.
“Rasain badan kamu. Bisa gerak? Nggak ada yang patah?
Aman semuanya?”
Pertanyaan-pertanyaan itu rasanya terlalu pelik untuk
dijawab. Elektra cuma bisa mengangguk lemah.
“Kamu bisa bangun? Kita harus tolong Bodhi.” Mpret
kemudian bergerak turun.
“Bodhi kenapa?”
Mpret tak menjawab, hanya terus menuruni lereng dengan
setengah merayap.

