Page 643 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 643

Keping 93


             “Aku harus komunikasi sama JP. Nggak bisa di sini.
           Salah satu dari kita harus masuk ke alamnya. Antarabhava.

           Kalau Alfa aktif dan sadar bahwa kita akan masuk, kita bisa
           komunikasi dengan dia dari sana.”
             “Nggak ada waktu lagi, Bodhi!” seru Gio.
             “Sebentar saja. Kasih dia waktu,” desak Bodhi.

             “Jangan gila, Bod. Dia yang bikin kandi dan semua
           perintilannya. Dia bisa menghancurkannya kapan pun dia mau.
           Salah satu dari kalian masuk ke sana, kandi itu dihancurkan
           jadi Sunyavima, kelar! Tinggal tunggu dipanen sama Sarvara!”
           seru Toni.

             “Aku mohon. Aku masuk sebentar,” pinta Bodhi. Ia tengah
           memohon untuk Alfa. Untuk dirinya sendiri. Sekelumit bagian
           di dalam dirinya masih ingin menyimpan rasa percaya kepada
           Gelombang. “Gio? Zarah?” katanya setengah meratap.

             Gio melirik jam tangannya, dua puluh menit sebelum pukul
           enam, sebelum secuil matahari yang tersisa di ufuk langit
           berangkat pergi. Mereka masih butuh sekitar lima belas menit
           untuk naik, itu pun barangkali dengan mengadopsi kecepatan
           kijang yang diburu harimau. Mustahil, batinnya.

             Ucapan Paul tahu-tahu mengiang tanpa diundang. You can
           read between the lines. I trust your judgement. Gio sadar ia belum
           sempat mengenal Alfa dengan baik. Namun, kunjungannya ke
           Asko membuat ia merasakan ikatan, keterhubungan di level

           yang berbeda. Alfa layak diberi kesempatan.



           628
   638   639   640   641   642   643   644   645   646   647   648