Page 660 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 660

IntelIgensI embun PagI

              Di  atas  sana,  Gelombang  meregang.  Hidupnya  sebagai
           Alfa Sagala tersajikan bagai selembar kertas yang habis terbaca
           dalam sekali pandang.

              Bapak, Mamak, Eten, dan Uton. Alfa kini tahu mengapa
           ia diberi kesempatan berbicara dengan orangtuanya.  Tom
           Irvine dan dr. Colin, kedua orang yang menjadi mentornya
           dan tak sempat lagi ia ucapkan salam.  Troy dan Carlos.
           Betapa ia merindukan mereka, kedua sahabat terbaiknya. Ikut
           melintas seraut wajah lucu berambut pirang dengan batang

           loli mencuat dari mulut. Alfa rasanya masih bisa mendengar
           suara  paraunya  menyapa  “Alf.”  Nicky Evans.  Terima  kasih,
           maaf, salam perpisahan, ia berutang semua itu kepada Nicky.
           Mata Alfa mulai berkaca-kaca. Take care, Lolly Addict, ucapnya
           dalam hati.
              “We’re not hackers.  We’re Harbingers,” kata Alfa separuh
           menggeram. Suaranya tak cukup lantang untuk bersaing

           dengan badai. Namun, sinkronisasi yang terjadi di antara para
           Peretas mengirimkan kalimat Alfa bagai pesan berantai.
              Bagi  Toni, itu adalah aba-aba.  Beberapa saat sebelum
           sinkronisasi penuh, terjadi rantai komando.  Terjadi hierarki.
           Siapa pun yang menyimpan informasi memori paling banyak

           akan memimpin, yang lain akan mengikuti dan mengamplifikasi,
           Alfa memberitahunya di Antarabhava. Kondisi hierarkis itu
           berlangsung hanya sesaat. Begitu sinkronisasi penuh terjadi,
           tak ada lagi individualitas, mereka bergerak sebagai koloni dan
           hanya bergerak sesuai dengan praprogram jaringan Infiltran.



                                                                 645
   655   656   657   658   659   660   661   662   663   664   665