Page 657 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 657

Keping 94


             Jalur Elektra tepat menuju Sati. Ingin rasanya Elektra

           memalingkan muka, tapi tak bisa. Segala memar dan lelah
           untuk mencapai puncak ini ternyata tidak ada apa-apanya
           dibandingkan perih hatinya yang terkoyak. Perempuan yang
           sudah ia anggap ibu adalah Sarvara yang memasungnya

           bertahun-tahun tanpa ia tahu.
             Zarah meluncur ke arah Simon. Dengan persepsinya
           yang teramplifikasi, Zarah kini menangkap sesuatu yang
           tak tertangkap olehnya dulu. Sorot mata Simon yang
           sesungguhnya. Di bawah lapis drama dan kehidupan yang ia
           jalankan sebagai seorang Simon Hardiman, ia ternyata sama-

           sama menyimpan luka dan kehilangan. Kubangan luka besar
           yang hanya bisa dirasakan oleh orangtua yang kehilangan
           anak. Kubangan yang akan menenggelamkan siapa pun. Tak
           terkecuali seorang Sarvara.

             Tiba-tiba, Bodhi merasakan perubahan energetik yang
           sangat kentara. Matanya sontak mengerjap. Simpul-simpul
           perak datang bagai hujan meteor.
             “Peristiwa sepenting ini. Kalian pikir cuma kita yang tertarik
           hadir?” seru Togu. Kakinya melayang makin tinggi dari tanah.

             Dalam waktu yang terasa bergulir semakin cepat, Gio
           melihat kilatan sosok-sosok mendarat di puncak. Lapangan
           itu mendadak semarak oleh kehadiran berbagai macam orang
           tak dikenal, berdiri berbaris di bibir puncak Dolok Simaung-

           Maung. Melingkari mereka.



           642
   652   653   654   655   656   657   658   659   660   661   662