Page 665 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 665

Keping 96


             Baik Gio maupun Zarah dapat melihat perubahan
           besar pada air muka Bodhi.  Toni lalu mendekati mereka.

           Menyentuhkan tangannya. Membagi informasi yang sama.
             Informasi itu awalnya menghantam bagai balok pemahaman
           yang utuh, yang setelah Toni melepaskan sentuhannya, baru
           terpecah menjadi adegan yang bisa mereka lihat, suara yang
           bergaung dalam benak, seolah mereka berada bersama Toni di

           Antarabhava bersama Alfa dan tulpa-nya.
             Kalian tidak akan mampu mengalahkan Ishtar. Tapi, kalian
           bisa merenggut satu hal yang Ishtar cari. Aku. Kematianku harus
           cepat, sekaligus, supaya tidak bisa dihentikan Ishtar atau Sarvara
           lainnya. Tanpa Ishtar, kekuatan Sarvara tidak akan bertahan di
           portal. Infiltran akan datang melindungi kalian. Jangan takut,
           Asko.  Kalian  cuma  membunuh  badanku.  Aku  akan  kembali.
           Berjuang bersama kalian lagi. Sumpah kita sekali dan berlaku

           abadi.
             Lunglai, Bodhi meraupkan tangan membasuh wajahnya
           yang basah oleh air dan lumpur. Sekuens ini ternyata sudah
           diatur oleh Gelombang. Sejak awal. Mereka semua, termasuk
           para Infiltran, menjalankan sekuens yang Gelombang susun

           berlapis-lapis. Gelombang  tahu, pada akhirnya ia tidak
           mungkin menyeberang.
             Toni mengerjapkan matanya, mengusir air mata yang
           mengalir tak berhenti. Keping informasi barusan begitu berat
           untuk ia tanggung sendirian. Membaginya pun tidak lantas
           mengenyahkan rasa bersalah yang masih menggigit hatinya



           650
   660   661   662   663   664   665   666   667   668   669   670