Page 655 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 655

Keping 94


           berubah drastis. Tubuhnya tidak lagi terasa normal. Seluruh
           indranya teramplifikasi. Hamparan bukit mulai berpendar,

           awan mendung yang merundungi mereka kini bergelombang,
           bunyi  tempias  hujan  bagai  hujan  jarum  yang  menusuki
           gendang telinga. Sementara itu, sendi-sendinya meringan.
           Meski  ia  tengah  berjalan  setengah  berlari,  Zarah  merasa  ia
           sedang melayang.

             Berkecipak lumpur, Bodhi berlari menuju posisinya.
           Mereka kini melingkari para Sarvara yang terkunci di tengah-
           tengah. Untuk kali pertama Bodhi menyadari bahwa Alfa bisa
           jadi benar. Mereka masih punya kans. Sarvara sudah tidak
           bisa lagi menyerang mereka. Jika gugus mereka terbukti stabil
           sebagaimana yang diteorikan selama ini, himpunan kekuatan
           mereka bisa berpacu dengan kekuatan Ishtar. Mereka bisa
           masuk terlebih dahulu ke portal sebelum Ishtar memakai

           portal itu untuk mengonversi Alfa.
             Di  pusat  lingkaran  menyeruaklah  garis  cahaya  vertikal
           yang menyilaukan. Mata Ishtar membuka, senyum puas
           ikut terbit di wajahnya. Kehadiran Peretas Gerbang mulai
           berkorespondensi dengan portal. Portal itu kini membuka

           diri. Lengkapnya kehadiran Peretas Kunci akan menguaknya
           sempurna.
             Celah cahaya itu terus melebar, menyerupai bentuk mata
           kucing. Isapannya semakin kuat.  Togu, Simon, dan Sati
           melayang dari atas tanah. Sementara itu, kuda-kuda para
           Peretas di atas tanah tidak bisa lagi bertahan. Sedikit demi



           640
   650   651   652   653   654   655   656   657   658   659   660