Page 662 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 662

IntelIgensI embun PagI

           Sinar putih menyambar Alfa sekaligus. Menggeleparkannya di
           angkasa beberapa detik sebelum jatuh mencium tanah.

              Medan energi besar yang dihimpun oleh Ishtar meluruh
           seketika.  Nyalang,  ia  menatap  kepulan  asap  meruap  dari
           tubuh Alfa yang tak lagi bergerak. Kekasihnya, yang dijelang
           dan dinanti pada setiap kehidupan, kembali menggelincir ke
           dalam lautan samsara.

              Sesaat lalu, mereka nyaris bersama. Sesaat lalu, siksa abadi
           ini seharusnya berakhir. Ishtar jatuh berlutut. Detik itu juga,
           sinkronisasinya dengan para Penjaga terputus.
                                      40
              “Anshargal.  Ze ki angu,”  ratap Ishtar sendirian. Air
           matanya mengalir bersama derai hujan yang sudah tidak ia
           lawan.
              Perubahan  perimbangan  energi  itu  terjadi  drastis  dan
           seketika. Simon menggerung, murka. “Ishtar! Jangan pergi!”

           hardiknya, dibarengi Sati dan Togu.
              Bagi Ishtar, perang ini bukan perangnya lagi. Air matanya
           mengalir bersama derai hujan yang sudah tidak ia lawan.
           Wujudnya berangsur menghilang.














           40  Kau yang kucinta (bahasa Sumeria).


                                                                 647
   657   658   659   660   661   662   663   664   665   666   667