Page 664 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 664

IntelIgensI embun PagI

           besar di puncak bukit hilang. Di atas mereka, hujan usai, seolah
           ada kubah besar yang tak terlihat memayungi.
              “Alfa....” Bodhi tergopoh menghampiri tubuh yang tergolek

           di tengah lapangan. Entah apa yang terjadi. Yang ia tahu, target
           mereka seharusnya adalah masuk ke portal mendahului Ishtar.
           Bukan menembak Alfa.  Mungkinkah kami keliru? Rencana
           Alfa meleset? Apa yang salah? “Etra! Mpret!” teriaknya. “Tolong
           Alfa!”
              Gio dan Zarah berlari mendekat. Seketika, Zarah memekik
           tertahan. Ia mengenali pola Lichtenberg yang memenuhi
           kulit Alfa yang terbuka, sekujur tubuhnya seperti dirambati
           bunga es yang menyeruak dari bawah kulit. Pertanda pecahnya

           pembuluh darah secara masif.
              Dada Gio menyesak. Dari apa yang terlihat, tidak mungkin
           lagi Alfa diselamatkan.
              “Etra! Mpret! CEPAT!” bentak Bodhi. Ia melihat simpul-
           simpul  emas  berjatuhan  datang  dan  hatinya  meradang  oleh
           murka. Kenapa baru sekarang? Kenapa kalian baru datang?
              Etra perlahan menghampiri, bahunya berguncang. Di
           belakangnya, menyusul Toni.
              “Sori, Bodhi.” Elektra menangis.
              “Coba! Kamu harus coba!” sentak Bodhi lagi. “Mpret…,”
           Bodhi beralih menatap Toni, “Mpret, tolong,” ratapnya.
              Toni pun duduk bersimpuh di sebelah Bodhi. Akhirnya, ia

           bisa membagi keping informasi yang tadi harus disimpannya
           atas permintaan Alfa. Tangannya menyentuh lembut tangan
           Bodhi. Cukup sesaat.


                                                                 649
   659   660   661   662   663   664   665   666   667   668   669