Page 73 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 73

Keping 49


             “Kamu bisa menilai sendiri kalau Kalden itu puritan,
           kan?  Dia senang  menyendiri  supaya tidak  ‘terkontaminasi’

           kehidupan fana yang menurut dia menurunkan kualitas
           seorang Infiltran. Dia jaga tubuhnya biar bisa bertahan hidup
           dengan mengandalkan sinar matahari macam panel surya.
           Tapi, bahkan puritan seperti Kalden tidak bisa bertahan
           dari gempuran Sarvara kalau tidak punya kaki tangan kaum

           mortal. Imortalitas membuat kami jauh lebih leluasa daripada
           kalian, tapi membawa-bawa tubuh fisik di dimensi ini tetap
           memberikan kami batasan. Jadi, Infiltran sekalipun harus
           punya jejaring bala bantuan. We call them The Umbras. Keluarga
           Norbu salah satunya.”
             “This is getting weirder.” Alfa kembali mengurut pelipisnya.
           “Jadi, kalian para Infiltran pun masih saling bertelepon? SMS?
           Kirim e-mail?”

             “Hardly.  Sesama Infiltran punya jaringan telepatis yang
           nggak butuh infrastruktur telekomunikasi, tapi untuk kalian
           mengontak Infiltran dan sebaliknya? Sayangnya, kita harus
           mengandalkan teknologi yang tersedia, dari mulai merpati pos
           sampai internet.”

             “Kenapa kami nggak bisa masuk ke jaringan telepatis yang
           sama? Bukannya kami bagian dari Infiltran?”
             Kell  mengacungkan  tiga  jarinya  ke depan muka  Alfa.
           “Kuingatkan sekali lagi. Ini pertarungan tiga dimensi.
           Dimensi kami; Infiltran dan Sarvara dalam wujud kami yang
           sebenarnya. Dimensi Alfa Sagala, Kell, Kalden, dan makhluk



           58
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78