Page 69 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 69

Keping 49


           Klinik Somniverse dan Tibet, Alfa yakin ia pun akan berakhir
           seperti Kell.

             Dengan jemari masih lincah bergerak di atas controller, Kell
           melirik balik.  “The turbulence made you nervous? Champagne
           might help.”
             “Saya nggak minum alkohol, terima kasih,” jawab Alfa.
           Sejak masih di langit New York, pria di sampingnya itu tak

           berhenti-berhenti  memesan  sampanye.  Gelas  demi  gelas
           diantarkan seolah-olah ia sedang di pesta koktail.
             Sakit kepala yang membayangi Alfa sedari lepas landas mulai
           mengencang lagi. Pelan, Alfa mengurut pelipis. Kehadiran Kell
           membuatnya lebih gugup ketimbang turbulensi. Alfa merasa
           diawasi. Setiap kali Alfa terbangun, Kell selalu memancing
           percakapan. Kell seperti terlalu semangat berkomunikasi
           dengannya.

             “Permisi, Mbak.” Alfa memanggil pramugari yang lewat.
             “Ada yang bisa dibantu, Pak?”
             “Parfum-parfum ini ada  tester-nya  nggak, ya?” tanyanya
           pelan. Alfa yakin teman sebelahnya itu tidak bisa berbahasa
           Indonesia, tapi  tak  pelak  Alfa  mengangkat  katalog  Inflight

           Shopping untuk menutupi setengah mukanya dari Kell yang ia
           curigai sedang menguping.
             “Nggak ada, Pak.”
             “Saya lagi cari parfum perempuan yang wanginya itu kayak,
           apa ya, campuran bunga dan… musk?”
             “Mereknya apa, Pak?”



           54
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74