Page 75 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 75
Keping 49
utama mereka dan juga bukan tujuan kami. Mau buka warung
kek, mau jual asuransi kek, kami bisa jadi apa saja. Aliran dana
kami yang sebenarnya bukan dari pekerjaan samaran semacam
itu.”
“It was not a stupid question after all.”
“Hell, no. Wajar kalau kamu kepingin tahu, apalagi untuk
orang yang berlatar belakang seperti kamu. Wall Street is our
playground.”
Alfa menenggak sisa air putihnya. “Selama ini aku selalu
curiga, ada tangan-tangan besar yang nggak kelihatan yang
menggerakkan keuangan dunia. Kupikir selama ini aku yang
paranoid.”
“Kamu ingin percaya kalau kekuatan pasar adalah kekuatan
liar yang nggak punya tuan.” Kell terkekeh. “Percayalah, tangan-
tangan besar itu memang ada. Lebih masif dari perkiraanmu.”
“Seumur hidup, baru kali ini aku tergoda minum champagne.”
“Hell, yeah. Let’s party.” Kell langsung memencet tombol
panggilan pramugari. Tak lama, dua gelas sampanye tiba di meja
kecil mereka masing-masing. “Cheers,” Kell menyentuhkan
ujung gelasnya ke gelas Alfa, “untuk Kalden dan proses
fotosintesisnya.”
Alfa mencicip sedikit dan langsung mengernyit. “Kayak
soda rasa tuak.”
“Jadi, kita sudah saling percaya?” Kell menyorongkan
tangannya untuk berjabat.
60

