Page 79 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 79

Keping 49


             Denyutan hebat yang mendadak bertalu di pelipis sebelah
           kanan membuat Alfa ingin menanggalkan kepalanya sejenak.

           Namun, tak ada yang menandingi rasa sakit yang menusuk
           hatinya.
             “Cukup itu yang bisa kusampaikan soal Ishtar. Kamu nggak
           perlu pusing mencari dia. Dia yang akan menemukanmu. At
           her own convenience, that is. Selalu begitu.” Kell menebarkan

           selembar bandana hitam di atas mukanya. “Gantian. Sekarang
           aku yang mau tidur.”
             Suara percakapan menyurut dari bangku mereka. Kembali
           dengung mesin pesawat dan deru pendingin mengambil alih.
             Sambil mengurut kepala, minuman soda rasa tuak itu
           dihirupnya sedikit demi sedikit. Alfa tetap tidak membayangkan
           nanti-nantinya akan menjadi penyuka sampanye. Ia hanya
           membutuhkan pelarian. Saat sesuatu yang tersimpan di alam

           bawah sadarnya kembali ke permukaan dengan kekuatan
           bergemuruh. Saat kerinduan yang bertentangan dengan segala
           akal membuatnya ingin berserah sepenuhnya kepada satu
           nama.


















           64
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84