Page 17 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 17
KEPING 1
ataupun denyut jantung yang tak beraturan, telah men cip ta-
kan order untuk seorang manu sia dapat hidup.
Terciptanya sebuah sistem pada dasarnya diakibatkan
3
atraktor yang terus-menerus melakukan feedback atas diri nya
sendiri. Proses arus-balik itu kemudian menyebabkan sistem
teramplifikasi, hingga tiba di titik di mana ia meng alami
fluks, atau disodori “pilihan” untuk berubah. Fase pe nuh ke-
bimbangan itu lalu mencapai kulminasinya, sam pai terjadilah
4
j
apa yang dinamakan bifurkasi. Tonggak se a rah bagi sebuah
sistem untuk berevolusi.
Malam itu, terjadi fluks hebat yang mengocok-ngocok
5
solar plexus Reuben. Ia dapat merasakannya. Ia berada di
titik bifurkasi.
3
Pengertian tentang “atraktor” secara sederhana kurang lebih dapat digambarkan
melalui ayunan pendulum yang pada akhirnya akan berhenti di satu titik. Ti-
tik istirahat si pendulum itulah yang disebut para matematikawan sebagai titik
atrak tor atau titik baku. Lebih tepatnya, atraktor adalah region magnetis yang
me miliki kekuatan dahsyat untuk menarik seluruh sistem ke dalam dirinya.
4
Secara etimologis, bifurkasi berarti tempat percabangan. Ilya Prigogine—salah
satu ilmuwan kontemporer yang menjadi pionir dalam penelusuran tentang si-
fat alamiah chaos dalam sistem—menempatkan bifurkasi sebagai konsep esen-
sial. Bifurkasi dapat membawa sistem memfragmentasi dirinya menuju chaos,
atau justru menstabilisasi sistem melalui perubahan yang dibawanya. Sesudah
menjadi stabil, sistem yang telah melewati bifurkasi menjadi resisten terhadap
perubahan hingga periode yang teramat panjang, sampai akhirnya muncul lagi
titik-titik kri tis yang mampu mengamplifikasi feedback dan menghadirkan bifur-
kasi baru.
5
Jaringan saraf dalam rongga abdomen, berlokasi tepat di depan aorta dan di
bela kang perut, terdiri atas ganglion yang mengirimkan impuls saraf. Beberapa
pen da pat mengatakan bahwa yang disebut “hati” atau pusat perasaan pada ma-
nusia sesungguhnya terdapat di solar plexus.
6

