Page 136 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 136
KeKeKalan adalah Chaos
“Betul.”
“Lalu, kalau aku membalikkan badan, bulan se harusnya
bisa ada, bisa tidak. Tapi, kenyataannya satu dunia juga tahu
kalau bulan tetap ada, terserah aku mau tidur, kek, pingsan,
kek.”
“Begini. Sama halnya dengan otak, tubuh kita dan se mua
benda lain juga punya dua aspek. Ia punya elemen-elemen
nonlokal yang menjadikannya objek kuantum, tapi di satu
pihak ia juga objek klasik yang punya massa, dan penyebaran
gelombang kuantumnya cenderung lambat. Kelambatan itu-
lah yang menyebabkan lintasan dari pusat massa objek jadi
sangat tertebak, yang akhirnya mencipta kan semacam aura
kontinuitas. Inilah yang disebut sebagai ‘konsensus’. Bulan
itu tetap ada di posisinya sekalipun kamu atau aku me nung-
gingi langit. Kompleksitas dari benda makro membutuhkan
regenerasi waktu yang pan ang untuk sampai bisa diterje-
j
mah kan. Ini yang kemudian membentuk memori.”
“Jadi, memori hanyalah residu?”
“Kurang lebih. Sekarang bayangkan, sebuah otak mem-
produksi rata-rata 14.000 pemikiran per hari, lima juta per
tahun, dan 350 juta selama hidupnya. Untuk tetap waras
ma ka mayoritas pemikiran itu hanya berupa pengu langan
atau gema,” jelas Reuben. “Dari sudut pandang fisikawan,
semesta tak lebih dari sup kuantum yang mem bombardir
indra kita dengan miliaran data setiap menit nya. Jumlah se-
begitu adalah chaos, jadi harus bisa di organisasi ke dalam
125

