Page 141 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 141
KEPING 11
Ia tahu, pekerjaannya membutuhkan fisik yang selalu fit,
penampilan yang prima. Namun, semua itu dilakukannya
semata-mata karena ia merasa berkewajiban mengurus ja sad.
Kendaraannya untuk menghadapi hidup. Dan, ken daraan ini
bukan kendaraan rombeng. Ia tidak akan per nah mem per-
lakukannya demikian. Baginya, setiap tubuh merupakan
perangkat yang luar biasa menakjubkan.
Namun, malam ini Diva lebih cepat siap dari alarmnya
sendiri. Peristiwa yang jarang-jarang terjadi.
Yang satu ini tidak termasuk golongan klien. Ia lebih
seperti sahabat, sekaligus satu-satunya pria yang diizinkan
Diva untuk mencium bibirnya. Satu-satunya pula orang yang
masih diizinkan masuk ke ruang tamunya, walaupun lebih
dari itu tidak. Diva pantang menjadikan tempat ting galnya
sebuah pasar, tempat orang berjual beli, sekalipun yakin tidak
mungkin ia berdagang dengan yang satu ini.
Tak lama kemudian, ada suara mobil memasuki peka-
rang annya. Diva langsung melonjak dari kursi, mengham bur
keluar.
14
“Gio! Como vai, querido? ” sapanya ceria.
15
“Estô tudo bem, meu amor. ”
Mereka berciuman hangat.
“Kamu makin cantik. Kelihatannya kamu bahagia.” Gio
mengusap wajahnya lembut.
14
Apa kabar, Kekasih?
15 Baik-baik saja, Cintaku.
130

