Page 139 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 139

KEPING 10


           dan mewujudkan masa depan. Momen kini selalu mem per-
           barui dirinya tanpa batas. Tapi, begitu kita terje bak dalam

           waktu linear, maka kita selamanya mengam bang  di pema-
           haman hidup yang paling dangkal.”
             “Jadi, untuk apa kita menyesali masa lalu dan mence-
           maskan masa depan?”
             “Betul!”

             “Tapi, bagaimana kalau sepuluh tahun lagi kamu jadi
           profesor botak, jelek, pikun, berantakan?”
             “Jangan bicara soal itu.”
             “Oke.”
             “Satu pertanyaanku, Dimas. Kalau mati dan hidup cuma
           pengalaman, berarti di manakah kita waktu tidak menjalani
           keduanya?”
             “Bersama Yang Tak Pernah Hidup dan Tak Pernah

           Mati.”
             Reuben tersenyum lebar. “Itu kalimat terindah yang
           kudengar hari ini.” 




















           128
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144