Page 202 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 202
KEPING 18
Cyber Avatar
eduanya berbaring telentang, menatap langit-langit
kamar. Entah sudah berapa lama mereka di sana.
K Gelisah.
“Dia seharusnya sudah muncul, Reuben.”
“Aku tahu.”
Tetap tidak ada solusi.
“Mungkin aku harus minum kopi lagi,” cetus Reuben,
bersiap bangkit.
“Nanti dulu!” tahan Dimas. “Kita harus memikirkan nya
sampai tuntas, baru boleh ada kegiatan lain.”
“Menyerahlah, Dimas. Ini bagian paling sulit. Dan, kita
harus mengakui kalau kita buntu. Mungkin dengan begitu
akhirnya ide muncul.”

