Page 197 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 197
KEPING 17
perlu satu atap, tanpa perlu daftar belanja bu lanan bersama.
Dan, ia yakin betul persahabatannya de ngan Alé tak akan
lekang dimakan waktu.
Lalu, cinta seperti apa yang orang-orang itu miliki? Yang
konon menjadi dasar sebuah komitmen institusi mahamegah
bernama pernikahan? Mengapa mereka begitu bernafsu me-
nguasai satu sama lain, seperti sekumpulan tunawisma bere-
butan lahan dan dengan membabi buta berlomba untuk
menancapkan plang tanda hak miliknya masing-masing?
Bisakah cinta yang sedemikian agung hi dup terkaveling-
kaveling? Berarti, apa artinya semua itu? Hanya legalisasi
ber cintakah? SIM resmi untuk kegiatan ranjang? Kepen-
tingan sensus penduduk? Bentuk kontrol negara? Apa itu
komitmen? Apa itu janji?
Mendadak Re merasa begitu aneh, hingga nyaris lim bung.
“Kamu kenapa?” tanya Alé heran.
“Kamu boleh bilang aku gila, tapi, kok, rasanya aku ingin
melamarmu.”
“Kamu positif gila!” Alé mengangguk pasti, “Dan, se-
baiknya aku cepat-cepat pergi dari sini. Dah!”
Terbirit-birit, Alé menghilang di balik pintu.
Dimas & Reuben
“Kamu merasakannya?” tanya Reuben waswas.
“Ya. Gerbang bifurkasi-mu sudah dekat. Tentu saja, de-
ngan tambahan beberapa turbulensi lagi.”
186

